Gaya

5 Gangguan Kesehatan Akibat Hipotiroid, Neuropati Perifer Salah Satunya

Hipotiroid merupakan kondisi di mana tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan metabolisme tubuh melambat, merasa kelelahan, menambahnya berat badan dan intoleransi pada suhu dingin. Lantas, bagaimana hipotiroid diobati?

Berdasar Cleveland Clinic di situs clevelandclinic.org, dalam kebanyakan kasus, hipotiroid diobati dengan mengganti jumlah hormon yang tidak lagi diproduksi oleh tiroid.

Proses pengobatan ini biasanya dilakukan menggunakan obat-obatan, salah satunya levothyroxine yang diminum secara oral. Obat ini dapat meningkatkan jumlah hormon tiroid yang diproduksi tubuh.

Bagaimana jika hipotiroid tidak diobati? Mengutip Mayoclinic di situsnya mayoclinic.org, apabila tidak diobati, hipotiroid dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, meliputi:

1. GondokStimulasi konstan tiroid untuk melepaskan lebih banyak hormon dapat menyebabkan kelenjar menjadi lebih besar, sehingga menimbulkan kondisi yang dikenal sebagai gondok. Meski umumnya tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, gondok yang berukuran besar dapat mempengaruhi penampilan, dan dapat mengganggu proses menelan atau bernapas.

2. Masalah jantungHipotiroid juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan gagal jantung, terutama karena kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau tinggi kadar kolesterol “jahat”.

3. Masalah kesehatan mentalDepresi dapat terjadi pada awal hipotiroid dan dapat menjadi lebih parah dari waktu ke waktu. Hipotiroid juga dapat memperlambat fungsi mental.

4. Neuropati periferHipotiroid jangka panjang yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada saraf perifer. Ini adalah saraf yang membawa informasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh, misalnya, lengan dan kaki. Neuropati perifer dapat menyebabkan nyeri, mati rasa dan kesemutan di daerah yang terkena.

5. MiksedemaHipotiroid jangka panjang dan tidak terdiagnosa dapat mengakibatkan penyakit miksedema yang mengancam jiwa. Tanda dan gejalanya termasuk intoleransi dingin yang intens dan kantuk diikuti kelesuan dan ketidaksadaran yang mendalam.

DELFI ANA HARAHAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.