Gaya

Empat Guru Vokal Ini Rujukan untuk Mereka yang Ingin Serius Bernyanyi

Bernyanyi bisa menjadi ekspresi untuk menyenangkan hati dan menenangkan pikiran. Tapi, bernyanyi pun tak sekadar bakat, perlu latihan untuk menghayati lagu. Ketika bernyanyi, suara yang tepat notasinya akan menghasilkan nada yang apik. Hal itulah yang bisa membuat pendengar menyukai karakteristik bernyanyi seorang biduan. Penyanyi agaknya tak cuma soal hobi, tapi profesi. Sebab itulah orang yang berniat mendalami dunia bernyanyi ada yang menempuh pendidikan atau les vokal.

Di Indonesia ada banyak guru vokal yang mumpuni kemampuannya untuk melatih bernyanyi. Para guru vokal itu tak hanya melatih pemula, bahkan juga penyanyi yang sudah terkenal.

Mengutip berbagai sumber, berikut empat guru vokal kenamaan di Indonesia:

Mengutip situs web Institut Kesenian Jakarta, musikus yang akrab disapa Ubiet ini sangat terkenal dalam pementasan musik klasik, kontemporer, populer, tradisional, dan pertunjukan teater. Ubiet menempuh pendidikan vokal di Jurusan Seni Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta pada 1983 hingga 1989. Ubiet meraih gelar magister dan doktor di bidang etnomusikologi di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Ubiet pun meneliti ragam nyanyian Nusantara.

Bertha bermula sebagai penyanyi yang aktif di komunitas jazz. Ia merupakan guru vokal yang andal. Pada 1998, ia mendirikan sekolah vokal Talenta Svara Bertha. Dewi Sandra salah satu penyanyi yang dilatih vokalnya oleh Bertha.

Catharina Leimena seorang seniman opera penyanyi bersuara mezosporan yang juga pelatih vokal. Ia pengajar vokal di Institut Kesenian Jakarta dan Yayasan Pendidikan Musik. Catharina Leimena mendapat julukan gurunya guru vokal. Ia berhasil melahirkan tidak hanya penyanyi, tapi juga para guru vokal.

Indra Aziz adalah guru vokal yang pernah melatih Afgan, Raisa, Agnez Mo, Ari Lasso. Pada 2007, Indra pernah menjadi dosen Fakultas Ilmu Seni, Universitas Pelita Harapan. Ia juga pernah menjadi dosen dan koordinator instrumen vokal di Institut Musik Indonesia pada 2009. Indra berhenti mengajar di perguruan tinggi pada 2014. Ia memutuskan untuk mendirikan sekolah vokal. Ia pun berfokus mengembangkan sekolah musik Indra Aziz Vocal Studio.

PUSPITA AMANDA SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.